Showing posts with label bisnis kopi. Show all posts
Showing posts with label bisnis kopi. Show all posts

Wednesday, May 13, 2009

“Pengaruh Iklan Rokok Djarum Black Terhadap Persepsi, Sikap & Minat Beli Konsumen”

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui keefektivitasan iklan rokok Djarum Black. Topik ini kami pilih untuk mengidentifikasi pengaruh isi iklan terhadap sikap iklan rokok Djarum Black dan mengidentifikasi pengaruh sikap merek rokok Djarum Black terhadap minat beli. Dengan demikian diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pendugaan terhadap efektivitas suatu iklan yang dibayangkan terhadap minat beli konsumen.
Peserta pada penelitian ini adalah orang muda perokok dengan umur berkisar antara 17 tahun sampai 25 tahun dan berdomisili di wilayah Yogyakarta. Jenis produk yang digunakan adalah Rokok Djarum Black. Tipe iklan slice of life dari kehidupan orang muda seperti yang diiklankan oleh rokok Djarum Black. Penggambilan sample dengan metoda Purposive Random Sampling. Pengujian dilakukan dengan metoda analisis korelasi dan regresi. Serta obyek yang kami pilih dalam penelitian ini adalah Rokok Djarum Black.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini untuk hipotesis pertama terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi merek (BR) terhadap sikap merek (BA) Rokok Djarum Black. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t yang menolak Ho dan menerima HA dimana nilai t hitung > t table.Hal ini dapat dikatakan signifikan, serta pada probabilitas menunjukkan angka (0,000.). Dengan demikian hipotesis pertama terbukti signifikan dengan kata lain persepsi merek rokok Djarum Black benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap sikap merek itu sendiri. Maka model ini dapat dipakai untuk memprediksi sikap terhadap merek. Pada hipotesis yang kedua juag terbukti benar sikap terhadap iklan rokok Djarum Black dipengaruhi secara signifikan oleh persepsi terhadap isi iklan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t, dimana nilai t hitung > t table. Hal ini dapat dikatakan signifikan, serta pada probabilitas menunjukkan angka (0,000). Dengan demikian hipotesis kedua terbukti signifikan atau dengan kata lain persepsi isi iklan (AER) Rokok Djarum Black benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap sikap iklan itu sendiri. Maka model ini dapat dipakai untuk memprediksi sikap terhadap iklan. Sedang pada hipotesis ketiga juga terbukti benar bahwa minat beli konsumen dipengaruhi secara signifikan oleh sikap konsumen terhadap merek rokok Djarum Black. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji t, dimana uji t hitung > t table. Hal ini dapat dikatakan signifikan, serta pada probabilitas menunjukkan angka (0,000). Maka model ini dapat dipakai untuk memprediksi minat beli konsumen
Dari ketiga hipotesis dapat ditarik kesimpulan bahwa minat beli konsumen sangat tinggi sebesar. Sehingga iklan Rokok Djarum Black sudah mengena dalam benak konsumen.

Monday, March 2, 2009

Kopi Jaman Dulu

Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara.

Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Akan tetapi karena popularitas minuman ini, maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup.

Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.

Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, pada awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Akan tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19, menyusul terjadinya perang pada tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat.